Tulisan Hanom Bashari di Facebook:
KANGKOK SULAWESI
Sulawesi Cuckoo – Cuculus crassirostris
Resiko Rendah (LC)
Dulu sekali, ketika keluar masuk hutan di kawasan TN Bogani Nani Wartabone sekitaran Tulabolo - Pomaguo, Gorontalo, bersama Christoporus Merung dkk, kami begitu penasaran dengan satu suara di malam hari. Kami sebut sebagai "ka ka pu", karena suaranya di telinga kami terdengar terlafal demikian. Kami yakini ini adalah burung dari suku Cuculidae, dengan tersangka utama kangkok sulawesi, walau sampai akhirnya tidak pernah ketemu.
Walaupun endemik Sulawesi, kangkok sulawesi bukanlah jenis burung yang mudah dijumpai. Para pengamat burung hampir selalu gagal menjumpainya, karena lebih sering bersuara, itu pun di malam hari pada bulan-bulan tertentu saja.
Beberapa sumber masih menyatakan bahwa mereka hidup di di hutan primer Sulawesi pada ketinggian 500-1.500 mdpl. Ketika kami menjumpainya Selasa kemarin (2/7/2019), dia seorang diri hanya bertengger di pohon ketapang, depan kantor Resort Dumoga Barat, di Toraut (250 mdpl), yang merupakan daerah peralihan hutan dan lahan budidaya.
