Berbagai satwa, terutama burung air menjadi penghuni tetap (residen) dan sementara (migran) danau Limboto. Sepanjang tahun bisa disaksikan dan menjadi fenomena alam yang memukau.
Danau Limboto merupakan jalur terbang (flay way) utama burung migran yang berasal dari Alaska, Siberia, Artik, Rusia, Kawasan Asia-Eropa, Australia, Jepang, Tiongkok, daerah sekitarnya.
Setia tahun 2 kali fenomena alam besar berlangsung di danau Limboto, saat migrasi dan arus baliknya.
Perjalanan panjang burung pengembara dunia yang terbang nonstop hingga 8 hari dan menempuh jarak hingga 27.000 km!
Inilah Gorontalo, negeri elok yang dipilih satwa ini untuk beristirahat sejenak dan mencari makan.
Mari pelihara Danau Limboto, sawah, sungai, dan kawasan lainnya di sekitar kita.
Biarkan lestari alam kita, menjadi rumahnya yang nyaman bagi makhluk hebat ini.
Fenomena migrasi burung adalah tanda kekuasaan Allah, mari belajar dari danau, ladang, sawah, dan kebun kita. Di semak, air, pepohonan, rumput, ada kebesaran Allah.
Mari syukuri dan nikmati tanda kebesaran Allah ini dengan membiarkan terus lestari, menjadikan sumber ilmu pengetahuan.
Danau Limboto telah terdaftar sebagai kawasan untuk memperingati Hari Burung Migran Sedunia 2016.
GORONTALO BIODIVERSITY FORUM menawarkan kepada siapa saja untuk berperan serta dalam kegiatan pengamatan burung, media trip, kunjungan ke sekolah pada 10 Mei 2016 jam 06.00-11.00 WITA di dermaga/tambatan perahu desa Hutadaa, Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
