Biota Gorontalo

Leisure & Wildlife

Join The Movement

Nulla tincidunt quam a dolor rutrum semper. Fusce in porta urna. Sed justo purus, tristique nec tortor consequat, imperdiet venenatis orci. Donec eu lacus blandit, suscipit augue at, semper est.

Book Now
BIOTA Gorontalo Gelar Pengamatan Burung Migran di Danau Limboto, Dorong Kota Ramah Satwa Liar

Memperingati World Migratory Bird Day (WMBD) 2025, Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) menggelar pengamatan burung migran di Danau Limboto.

Kegiatan itu bertujuan mendorong perencanaan tata ruang perkotaan dan pedesaan yang ramah satwa liar, khususnya burung bermigrasi, sebagai upaya menciptakan koeksistensi harmonis antara manusia dan alam.

Sekretaris BIOTA, Rosyid Azhar, menekankan pentingnya menyediakan ruang hidup bagi burung migran di tengah pesatnya pembangunan.

"Kawasan urban dan rural terus berkembang, namun perlu perencanaan matang agar manusia dan satwa liar bisa berbagi ruang secara seimbang. Pengamatan burung di Danau Limboto Minggu lalu menjadi bagian dari advokasi ini,"  ujar Rosyid di Gorontalo,  Selasa (10/6/2025).

Rosyid mencontohkan, pembangunan hutan kota dan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai solusi.

Kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat burung mencari makan, beristirahat, atau berkembang biak, tetapi juga meningkatkan kualitas udara, mengurangi polusi, dan menstabilkan suhu mikro.

"RTH bahkan bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata atau penelitian," tegasnya.

Ia juga mendorong penanaman pohon di sekitar perkantoran dan permukiman.

Menurutnya, langkah kecil seperti ini bisa menjadi bagian dari adaptasi lingkungan yang mendukung migrasi burung, baik di kota besar maupun daerah seperti Danau Limboto.

"Pemerintah dan korporasi harus ambil peran melindungi ruang hidup bersama ini," tegas Rosyid.


Anggota BIOTA, Danny Rogi, memperingatkan dampak buruk tata ruang yang tidak berkelanjutan.

"Pembangunan tanpa perencanaan mengancam habitat burung, meningkatkan risiko tabrakan dengan bangunan, dan mempercepat hilangnya keanekaragaman hayati," katanya.

BIOTA mendorong praktik ramah burung migran, seperti desain bangunan anti-tabrakan (kaca bernuansa), pengurangan polusi cahaya, dan pelestarian koridor hijau.

"Masyarakat juga bisa berkontribusi dengan menciptakan habitat mini di pekarangan," ujar Danny. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *