Tulisan Hanom Bashari di Facebook:
Sikatan Matinan – Matinan Warbling-Flycatcher
Eumyias sanfordi / Cyornis sanfordi
Kata “matinan” dalam sikatan matinan sebenarnya adalah nama gunung yang berada di perbatasan antara Sulawesi Tengah dan Gorontalo (dulu saya diberitahu Herman Teguh). Gunung ini biasa tertulis “Tentolomatinan”, 2000an mdpl. Ada Desa Matinan juga di kaki gunung ini, saat ini masuk dalam Kabupaten Buol (bisa di-googling).
Di gunung inilah, hampir seabad silam, Okt-Nov 1930, Gerd Heinrich, seorang tentara kebangsaan Jerman, diutus “berburu” oleh Leonard C. Sanford yang bekerja di American Museum of Natural History (AMNH) untuk mengisi koleksi museum, atas rekomendasi koleganya, Erwin Stresemann dari Zoological Museum di Berlin Jerman.
Dari Gunung Matinan ini, Heinrich mendapatkan 9 ekor sikatan dari ketinggian lebih dari 1400 mdpl, dikirim ke AMNH 5 ekor dan sisanya di ZMB, yang oleh Stresemann pada 1931 dinamakan Matinan Flycatcher dengan nama ilmiah Cyornis sanfordi. Jadi jelas, darimana muasal nama matinan dan sanfordi ini
.
Jenis ini dilaporkan tertangkap dalam jaring kabut di puncak Gunung Muayat, April 1985 dan “katanya” juga terdengar suaranya di Gunung Kabila, TN Bogani Nani Wartabone, 1400 mdpl, Oktober 1981 (Rozendaal & Dekker 1989). Kemudian jenis ini menjadi heboh lagi setelah perjumpaannya di Gunung Ambang, November 1999 di 1450-1500 mdpl (Riley & Mole 2001).
Saya sendiri pertama melihatnya di sekitar kaki Mahawu di Tomohon, bersama Pak Max Welly Lela, pada 2010 dulu, Sekarang, kita nikmati saja suaranya ini, yang asli Gunung Ambang.
Fotonya Kristiadi Nugroho yg suka main samping emang keren kemaren, tinggal ditunggu foto Esli Kakauhe. Terimakasih Pak Julius yang setia menunggu.
Mei 2019
