Perkumpulan BIOTA kembali mengikuti Asian Waterbird Census (AWC) yang menjadi bagian International Waterbird Census (IWC) yang bersifat global, yaitu kegiatan tahunan dengan basis jaringan kerja yang bersifat sukarela, dilakukan setiap minggu ke-2 dan ke-3 Januari setiap tahunnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu perangkat bagi upaya konservasi burung-air serta lahan basah sebagai habitatnya.
Di Gorontalo, kegiatan AWC telah dilaksanakan sejak 2 tahun lalu di Danau Limboto dan Cagar Alam Tanjung Panjang di Kabupaten Pohuwato dengan melibatkan lembaga, media, dan individu yang peduli pada pelestarian burung air dan habitatnya.
Kegiatan ini dikoordinir oleh Wetlands International Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bekerja sama dengan Kemitraan Nasional Konservasi Burung Bermigrasi dan Habitatnya di Indonesia.
Sejauh ini, hasil dari penghitungan burung air melalui kegiatan IWC dan AWC telah digunakan dalam menentukan status populasi burung air secara global, dan kemudian digunakan untuk acuan pengelolaan kawasan tidak kurang dari 5 juta km2 .
Status sejumlah 871 jenis burung air kemudian dikaji secara ilmiah untuk menentukan kegiatan pengelolaannya. Di Indonesia, data mengenai populasi digunakan sebagai acuan untuk pengelolaan beberapa Taman Nasional penting, penentuan lokasi penting untuk Konvensi Ramsar dan East Asian Australasian Flyway Partnership serta penentuan status jenis-jenis yang dilindungi.
