Biota Gorontalo

Leisure & Wildlife

Join The Movement

Nulla tincidunt quam a dolor rutrum semper. Fusce in porta urna. Sed justo purus, tristique nec tortor consequat, imperdiet venenatis orci. Donec eu lacus blandit, suscipit augue at, semper est.

Book Now
Punggok Merah-tua

Tulisan Hanom Bashari:

Punggok Merah-tua; Cinnabar Boobok
Ninox ios

Ninox ios, endemik Sulawesi, sebenarnya pertama kali tersebut sebagai “undescribed rufous phase” hasil tertangkap dalam jala kabut di kawasan TN Bogani Nani Wartabone di ketinggian 1.120 mdpl, April 1985, lebih dari 30 tahun silam, yang specimennya tersimpan di Leiden Belanda sana (Rozendaal & Dekker 1989). Akhirnya jenis ini dideskripsikan dan dinamai Ninox ios, dengan tubuh relatif lebih kecil daripada punggok oker yang banyak juga di TNBNW (Rasmussen 1999). Jenis ini pula terlaporkan terlihat di TN Lore Lindu sejak 1998, pada 1.700 mdpl (Mauro 2001). Statusnya saat ini rentan (VU).

Saat ini, pengamat burung lebih mudah melihat jenis ini di Gunung Ambang , tak jauh dari TNBNW setelah laporan perjumpaannya di sana pada 1999 pada ketinggian 1.420 mdpl (Riley & Mole 2001). Sebenarnya tim Iwan Hunowu pada 2005an menjumpai juga jenis ini di TNBNW sekitaran Dumoga Timur (maaf kalo salah Wan).

Seperti video ini, juga saya ambil di Gunung Ambang, beberapa hari lalu, pada ketinggian sekitar 1.400 mdpl. Ada dua perjumpaan pada dua lokasi yang agak berjauhan. Tapi, bagi saya yang menarik yang ini, karena terlihat seperti individu muda (immature). Dia begitu tenang, melek (walau siang) tidak seperti individu satunya yang sedang tidur. Terlihatnya matanya yang pucat (mungkin banyak begadang 🙂 ),bukan kuning seperti umumnya jenis ini. Bintik-bintik putih di perutnya belum banyak terlihat. Nantilah dideskripsikan lagi.

Menyenangkan jalan birding beneran dengan mas Kristiadi Nugroho dan bro Esli Kakauhe, serta pak Julius. Foto-foto mereka lebih cakep, makanya saya lebih memilih tampilan video saja.

Btw, kata “ios” sendiri diambil dari bahasa Yunani yang merujuk pada warna karat, yaa, warna seperti besi berkarat atau coklat kemerahan. Tapi entah kenapa nama Indonesia-nya jadi punggok merah-tua, bukan punggok karat atau mungkin "punggok dumoga" merujuk lokasi pertemua awalnya. 🙂

Selamat berpuasa buat semua..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *