Pergerakan migrasi burung dilakukan secara lintas negara. Kerjasama antar negara diperlukan dalam rangka melindungi keberadaan burung bermigrasi saat melintas di masing-masing negara.
Pada November 2006 terbentuk Kemitraan Jalur Asia Timur-Australasia (East Asian Australasia Flyway Partnership -EAFFP) di Bogor dengan Indonesia menjadi salah satu anggotanya.
Tujuan dari kemitraan ini adalah untuk menyediakan kerangka kerja jalur terbang untuk mendorong dialog, kerja sama dan kolaborasi antar pihak untuk melindungi burung air bermigrasi dan habitatnya.
Salah satu habitat penting untuk burung air bermigrasi adalah Danau Limboto, Gorontalo yang menyediakan habitat bagi 11 jenis burung migran yang dilindungi oleh PP No 106 tahun 2018, seperti Ibis rokoroko, Gagang-bayam belang, Gajahan kecil, Cerek asia, Trinil-lumpur asia, Terik australia, Terik asia, Dara-laut tiram, Dara-laut kecil, Dara-laut kumis, dan Dara-laut sayap-putih.
Trinil-lumpur asia sendiri masuk dalam list satwa terancam punah (Near Threatened/NT, IUCN Redlist).
Perlindungan Danau Limboto wajib dilakukan oleh pemerintah lokal, pemerhati burung liar dan masyarakat setempat, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memburu atau merusak habitat.
