JAS MERAH BURUNG MIGRASI: Jangan sekali-kali melupakan sejarah burung migrasi
Diskusi Burung Migrasi Indonesia Seri 1
Jumat, 7 Agustus 2020 pukul 16.00-17.45 WIB
Bulan Agustus menjadi awal untuk satwa burung di utara bumi melakukan migrasi ke selatan bumi. Burung-burung memiliki kemampuan dalam mengarungi lautan, pegunungan hingga antar negara.
Indonesia menjadi salah satu lokasi dalam bertahan hidup, mencari makan, istirahat sejenak sebelum burung-burung mencari persinggahan yang dirasa aman. Hingga Maret, burung yang bermigrasi akan menempati habitat yang ada di Indonesia seperti, mangrove, hamparan lumpur, rawa rumput, savana, danau alam dan buatan, lahan basah buatan, hutan hingga laut.
Peneliti dan pengamat burung tidak pernah sepi saat waktu migrasi tiba. Berbagai kegiatan dilakukan demi mencatat sejarah kehadiran burung bermigrasi di Indonesia. Tentu, diseminasi informasi kepada masyarakat harus dilakukan agar peneliti dan pengamat burung tidak merasa sendiri dalam menyelamatkan burung liar dan habitatnya.
Peran jurnalis menjadi sangat penting dalam menyebarluaskan informasi tentang migrasi burung, agar semakin banyak orang yang peduli akan fenomena alam ini dan dapat membawa kepada kebijakan untuk melindungi burung bermigrasi dan habitatnya.
Diskusi yang dimoderatori oleh Rudyanto akan dilakukan pada Jumat, 7 Agustus 2020 pukul 16.00-17.45 WIB melalui aplikasi ZOOM, bersama:
Yus Rusila Noor, praktisi dari Yayasan Lahan Basah akan membahas bagaimana kemampuan burung dalam melakukan migrasi dan Indonesia masuk dalam kemitraan internasional dalam melindungi burung bermigrasi.
Karyadi Baskoro, akademisi dari Universitas Diponegoro akan membahas peran peneliti dan pengamat burung dulu dan kini dalam melakukan aksi konservasi & pengumpulan data burung migrasi
Rosyid Azhar, jurnalis Kompas.com dan bergerak dalam komunitas Biota Gorontalo akan menceritakan bagaimana pengalamannya dalam meliput fenomena burung migrasi
Jangan lupa untuk mendaftarkan diri pada http://bit.ly/BurungMigrasi_ID1 (kuota terbatas).
