Indonesia memiliki sekitar 117 spesies hiu dari 500 spesies di dunia. Hiu paus merupakan speseis ikan terbesar yang dapat kita temukan di lautan Indonesia. Selain sebagai indikator kesehatan lautan, hiu paus juga menjadi bagian dari kebudayaan. Contohnya di Aceh dan Tanjung Luar, Lombok Timur . Masyarakat sangat menghormati hiu paus, bahkan mengibaratkan hiu paus sebagai sesepuh di laut karena geraknya yang lamban – hanya 5 km/ jam. Mereka menganggap adanya hiu paus sebagai pertanda baik, karena keberadaan hiu paus mengisyaratkan banyaknya ikan di laut tersebut. Dalam rantai makanan, hiu paus memakan zooplankton dan ikan teri. Apabila hiu paus memiliki makanan yang cukup, berarti ikan-ikan sedang dan besar seperti tongkol dan cakalang juga tersedia banyak di laut.
Ada beberapa oknum yang tetap menangkap hiu tersebut karena tergiur oleh harga siripnya yang tinggi, namun hal tersebut tidak dapat diterima oleh seluruh masyarakat karena hanya menguntungkan beberapa pihak saja. Setelah mendapatkan status perlindungan penuh dari pemerintah Indonesia serta adanya kearifan lokal dari masyarakat, kini tidak ada catatan penangkapan hiu paus secara sengaja di beberapa tempat seperti oleh masyarakat Tanjung Luar dan Aceh.
