Biota Gorontalo

Leisure & Wildlife

Join The Movement

Nulla tincidunt quam a dolor rutrum semper. Fusce in porta urna. Sed justo purus, tristique nec tortor consequat, imperdiet venenatis orci. Donec eu lacus blandit, suscipit augue at, semper est.

Book Now
Mencari Bangau Hitam di Gorontalo

GORONTALO, KOMPAS.com – Pemerhati burung ditantang untuk mencari keberadaan bangau hitam di Gorontalo dalam peraaan World Migratory Bird Day (WMBD). Bangau hitam yang memiliki nama latin Ciconia episcopus menjadi target pencarian karena hingga kini keberadaannya belum diketahui meskipun ada catatan yang menegaskan keberadaan satwa ini.

“Bangau hitam ini menyukai persawahan dan padang,” kata Bagus Tri Nugroho, Kepala Seksi taman Nasional Bogani Nani Wartabone  Seksi Gorontalo, Jumat (5/5/2017).

Dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), bangau hitam ini berstatus risiko rendah, namun keberadaanya dilindungi oleh undang-Undang nomor 5/1990 dan Peraturan pemerintah nomor 7/1999.

Secara fisik bangau hitam ini berukuran besar dengan warna bulu hitam dan leher berwarna putih. “Persebarannya mulai dari Afrika, India, Asia Tenggara, Filipina, Sulawesi, Sumatera, jawa dan Nusa Tenggara. Di Gorontalo belum ada catatan tentang burung ini, namun pernah ditemukan di persawahan di Sulawesi Utara bagian barat,” jelas Bagus Tri Nugroho.

Perjumpaan dengan bagau hitam ini biasanya dalam kelompok dengan jenis bangau lain. Tantangan ini diberikan oleh Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota) yang menyelenggarakan WMBD ini. Selain mengamati burung lain, terutama jenis migran, menemukan bangau hitam ini menjadi tantangan tersendiri bagi peserta birdwatching di Gorontalo.

Dua lokasi lahan basah disiapkan untuk mencari burung ini, Danau Limboto seluas 3.300 hektare dan Cagar Alam Tanjung Panjang seluas 3.000 hektare di Kabupaten Pohuwato.

“Mencari bangau hitam saat WMBD merupakan tantangan yang menarik bagi penggiat lingkungan di Gorontalo,” kata Iwan Hunowu, Sulawesi Program Manager, Wildlife Conservation Society– Indonesia Program  (WCS-IP).

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2017/05/05/10370061/mencari.bangau.hitam.di.gorontalo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *