Mandar Batu
Common Moorhen
(Gallinula chloropus)
Lokasi Danau Limboto Gorontalo
Foto : Idham Ali
Orang Gorontalo harus bangga karena Danau Limboto sangat kaya keanekaragaman hayati, buktinya adalah dijumpai burng Mandar Batu, sejenis Bondula (Mandar Besar) yang sudah terkenal itu.
Kalau lihat burung ini jangan ditangkap, ditembak atau dibunuh ya, biarkan hidup di habitatnya dan menjadi kekayaan biodiversitas Gorontalo.
Mandar batu itu unik.
Silakan baca ya :
berukuran sedang (31 cm), burung air berwarna hitam dan putih. Paruh pendek, terdapat perisai merah terang pada dahi. Bulu seluruhnya hitam suram, kecuali coretan garis putih pada sepanjang bagian sisi dan dua bercak putih pada bagian bawah ekor (tampak nyata saat ekor diangkat).
Iris merah, paruh hijau buram dengan pangkal merah, kaki hijau.
Suara kokokan keras parau ”pruruk-pruuk-pruuk”.
Penyebaran dan ras
Hampir di seluruh dunia, kecuali Australia.
Terdiri dari 12 sub-spesies, dengan daerah persebaran:
1. chloropus (Linnaeus, 1758) – Eropa, Afrika utara, Azore, Canarie dan Cape Verde ke timur melalui Asia barat, tengah & selatan sampai Jepang, ke selatan sampai Sri Lanka dan Malaysia bagian tengah; populasi dari utara musim dinginbermigrasi ke selatan menuju kawasan Mediterranean , Afrika sub-Sahara dan Asia selatan.
2. meridionalis (C. L. Brehm, 1831) – Afrika sub-Saharan dan St Helena.
3. pyrrhorrhoa A. Newton, 1861 – Madagaskar, Reunion, Mauritius dan Comoros.
4. orientalis Horsfield, 1821 – Seychelles, Andamans, Malaysia, Sunda Besar dan Kecil sampai Filipina dan Kep. Palau.
5. guami Hartert, 1917 – Kep. Northern Mariana.
6. sandvicensis Streets, 1877 – Kep. Hawaii.
7. cachinnans Bangs, 1915 – Kanada tenggara dan Amerika Serikat melalui Amerika tengah sampai Panama barat, juga di Bermuda dan Galapagos; Populasi dari utara pada musim dingin bermigrasi ke selatan menuju Panama dan mungkin lebih jauh lagi.
8. cerceris Bangs, 1910 – Greater & Lesser Antilles.
9. barbadensis Bond, 1954 – Barbados.
10. pauxilla Bangs, 1915 – Panama timur, Kolombia utara & barat, Ekuador barat dan pesisir timur-laut Peru.
11. garmani Allen, 1876 – Andes di Peru, Chili, Bolivia dan Argentina barat-laut.
12. galeata (Lichtenstein, 1818) – Trinidad dan Guiana, ke selatan sampai Brazil, Argentina utara dan Uruguay.
Tempat hidup dan Kebiasaan
Lebih sering dijumpai di danau, kolam, atau parit. Kebanyakan hidup di air, berenang perlahan-lahan. Mematuk-matuk serangga dan permukaan tumbuhan. Berlari di atas air atau berenang ke tempat berlindung bila terganggu. Menyelam untuk menyelamatkan diri dan tinggal di bawah air untuk waktu yang lama bila di kejar elang. Pada pagi dan sore hari datang ke daerah terbuka untuk mencari makan. Memanjat-manjat di semak kecil. Selalu menjentikkan ekor, baik ketika berada di tanah maupun di air. Setelah berlari diatas air, terbang agak lemah utnuk lepas landas.
Di Sumatra, Jawa, dan Bali, penghuni setempat yang umum di daerah lahan basah sampai ketinggian 1.200 m. Tercatat berkembang biak di Kalimantan selatan. Catatan lain: menunjukkan kemungkinan migran musim dingin di Kalimantan bagian utara. Burung omnivora yang memakan tumbuhan, udang-udangan dan serangga.
Dapat ditemui sepanjang tahun. Bersarang di rerimbunan tumbuhan air. Jumlah telur 4-9 butir, anakan sampai 8 ekor tiap tahun. Masa pengeraman telur 21-22 hari oleh betina pada siang hari dan jantan pada malam hari. Mulai belajar terbang umur 40-50 hari. Burung muda masih ikut induknya 1-6 minggu setelah pertama kali mampu terbang.
